Dalam Lima Jam, 90 Persen Apartemen "Embarcadero Suites Bintaro" Terjual

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Lippo Karawaci Tbk, Sabtu (8/11/2014), mengumumkan peluncuran menara apartemen kedua Embarcadero Suites Bintaro (Eastern Wing) di Lippo Mal Kemang, Jakarta Selatan. Dalam waktu lima jam, 90 persen dari total 156 unit apartemen itu sudah terjual.

Sebelumnya, pada Maret lalu, Lippo Karawaci sudah lebih dulu mendulang sukses lewat peluncuran menara pertama Embarcadero Suites Bintaro (Western Wing). Seperti diketahui, Eastern Wing Embarcadero Suites terdiri dari 156 unit yang dijual mulai Rp 590 jutaan per unit.

Ivan Setiawan Budiono, Chief Executive Officer Lippo Homes, mengatakan Embarcadero Park merupakan proyek yang berdiri di atas lahan seluas 2,43 hektar dengan nilai Rp 2,5 triliun. Pihaknya menggandeng beberapa konsultan internasional untuk mengerjakan pembangunan apartemen ini, antara lain DP Architects Singapura, Ohtori Jepang, Vivienne Faye, dan Alex Bayu dari Genius Loci Jakarta-Singapore-Shanghai untuk interior show suites.

"Selain dua menara apartemen, kawasan terpadu Embarcadero Park ini juga akan dilengkapi pusat perdagangan seluas 46,000 meter persegi, rumah sakit, dan area komersial dan hiburan lainnya," ujar Ivan dalam siaran pers di Jakarta, Senin (10/11/2014).

Sementara itu, Jopy Rusli, Chief Marketing Officer Lippo Homes, mengatakan keuntungan konsumen Embarcadero Park adalah adanya akses langsung melalui jalan tol ke dan dari Koridor TB Simatupang, Jakarta Selatan. Di sisi lain, banyak fasilitas pendidikan mengelilingi kawasan ini, antara lain British International School, Jakarta Japanese School, dan Global Jaya International School.

Saat ini, Lippo Karawaci tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar sebesar 1,8 miliar dollar AS atau setara Rp 21, 7 triliun per 30 September 2014 lalu. Sebelumnya, Lippo Cikarang telah menggebrak kawasan terpadu Kemang Village Jakarta Selatan dan The St. Moritz Penthouse & Residences di Puri Indah, Jakarta Barat.

Sebelumnya, Head of Research JLL, Anton Sitorus, pernah mengemukakan pendapatnya terkait fenomena sold out produk-produk properti dalam satu hari kepada Kompas.com, Rabu (17/9/2014).

"Itu sudah biasa terjadi di Indonesia, pengembang rilis proyek baru kemudian diserbu pembeli. Terlebih bila produknya sesuai dengan kebutuhan, harga pas, dan timing-nya tepat," ujar Anton.

Anton mengatakan, kasus "laris manis" penjualan produk properti seperti ini sudah bukan fenomena langka. Ada banyak kasus serupa yang sebelumnya mampu ditorehkan oleh pengembang lainnya.

close detail news
close detail news